Thursday, September 6, 2018

ASUS Laptopku

Sejak akhir November tahun lalu diluncurkan, Asus TP410 menjadi pilihan saya untuk mengganti alat tempur sehari-hari dalam melintasi berbagai halangan ketika menulis sebuah artikel. Namun, sampai detik ini mengganti laptop Asus TP410 hanya sebatas wacana, kebutuhan ini itu yang membuat saya menunda mengganti laptop dan masih menggunakan Asus S200E yang saya beli pada tahun 2013.

Seiring perkembangan zaman dan kebutuhan software yang tinggi akan memori, laptop saya sudah mulai menurun kemampuannya. Apalagi berbicara mengenai baterai yang hanya mampu bertahan tidak sampai 30 menit, membuat saya harus siap-siap mencari colokan listrik untuk tetap bisa menggunakannya. Sekadar catatan, laptop saya ini belum pernah ganti baterai sejak pertama beli lho.

Foto: Asus S200E. Abaikan penyoknya. Maklum usianya sudah senja. Tapi masih ok untuk menulis dan mengedit foto lho.

Jujur saja, laptop Asus S200E saya sampai sekarang masih bisa melahap semua artikel yang saya buat. Namun, karena usianya sudah lebih dari 5 tahun, kemampuan dalam multitaskingnya sudah mulai berkurang, terkadang ada jeda (dibaca: loading) puluhan detik (kayak buka Youtube dengan sinyal buruk). Maklum, aplikasi-aplikasi yang saya punya, sudah mulai membutuhkan memori yang besar.

Untuk mensiasati jeda puluhan detik dan terkadang berhenti total tersebut "yang terkadang membuat hati jadi tidak karuan" caranya hanya satu, saya selalu berdoa agar laptop diberi kesehatan dan bisa kembali normal seperti sedia kala. Kenapa saya berdoa, karena tulisan dengan ribuan karakter tersebut belum saya simpan (baca: save) ke hardisk.



Foto: Asus TP410, Sumber: Asus

Layar

Dengan layar 14 inci dan dibalut sama casing yang berukuran 13 inci (nanoedge display), Asus TP410 menjadi daya tarik saya untuk memilikinya, karena layar tersebut nampaknya bisa membantu mata saya yang sudah tidak kompromi untuk melihat layar 11,6 inci dari Asus S200E.

Kalau berbicara layar sentuh, saya memang suka dengan laptop dengan layar sentuh apalagi kalau layarnya bisa dilipat jadi 360 derajat. Saya lihat di situs web Asus, tampilan 4 mode yang dimiliki Asus TP410 cocok banget dengan rutinitas saya untuk menulis, presentasi, menonton, bahkan untuk menunjukkan kepada orang (disamping saya sambil berdiri) apa yang saya tulis.

Foto: Asus TP410, Sumber: Asus


Daya Tahan

Lipatan sampai 360 derajat dari Asus T410 katanya bisa sampai 20.000 kali. Kalau saya hitung bisa bertahan berapa tahun ya? Tapi yang jelas, laptop saya Asus S200E, yang bisa buka layar sampai 120 derajat (kira-kira) sampai saat ini belum bermasalah. Jadi berbicara daya tahan, produk Asus sudah tidak diragukan lagi deh. Apalagi garansi laptop Asus bisa sampai 2 tahun. Nggak bakalan takut lagi kalau 1 tahun 1 hari laptop rusak nggak dapat garansi.

Bodi

Dilihat dari bodi Asus Tp410 yang mempunyai ketebalan 1,92 cm, sangat cocok bagi saya yang suka dengan laptop tipis-tipis. Kenapa saya suka tipis, karena tas saya tidak muat masuk laptop yang tebal. Ini karena di tas saya tidak hanya membawa laptop saja, tapi banyak barang bawaan. Dengan bawaan yang banyak tentunya laptop yang saya butuhkan harus ringan. Dengar-dengar Asus TP410 cuma 1,6 kilogram, berat tersebut pas banget (alias ringan) bagi saya yang suka gendong tas di punggung.

Keamanan

Untuk urusan keamanan, nampaknya saya butuh yang ada fingerprint sensor, bukan karena untuk menambah keamanan (menurut saya) tapi karena saya suka lupa dengan password laptop. Mau tahu kenapa suka lupa, karena sekarang ini hampir semua aplikasi dan email membutuhkan password untuk masuk (apalagi semua password aplikasi dan email tidak sama) di situ kadang saya merasa sedih.

Foto: Fingerprint sensor ada di touchpad, Sumber: Asus


Baterai

Nah, ngomongin daya tahan baterai TP410, yang saya baca-baca dari beberapa situs web, katanya bisa sampai seharian menemani dalam bekerja. Pas banget kan sama saya, yang memang sehari-hari kerjanya menulis, menulis, dan menulis (slogannya mirip yang pernah saya dengar dimana gitu). Oke sampai di sini cerita dari saya. Semoga cerita ini bisa mengetuk hati saya untuk mengganti laptop Asus S200E yang sudah menemani lebih dari 5 tahun.   


Asus Laptopku Blogging Competition by uniekkaswarganti.com